• DATA ANALIS UNTUK MEMBANGUN MACHINE LEARNING

    0
    sumber : https://storage.googleapis.com/britech-blog-engineer-bri-3/2022/1/2022-01-19-112742977502-647b341a-e6ee-404d-9b35-b3160df22cfa.jpg
    Dalam era digital saat ini, data telah menjadi aset yang sangat berharga. Data tidak hanya sekedar angka atau teks yang tersimpan dalam komputer, tetapi merupakan sumber informasi yang dapat mengungkap pola, tren, dan wawasan yang berharga. Dalam konteks bisnis, kesehatan, teknologi, dan berbagai bidang lainnya, kemampuan untuk menganalisis data dan menerapkan teknik machine learning telah menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan.

    1. Data 
    sumber :https://pasla.jambiprov.go.id/wp-content/uploads/2023/08/Pengertian-data.png

    Data adalah kumpulan fakta, angka, teks, gambar, atau suara yang dikumpulkan dan diolah untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat. Dalam konteks teknologi, data sering digunakan untuk analisis dan pemodelan dalam berbagai bidang seperti bisnis, kesehatan, ilmu sosial, dan lainnya. Data bisa berbentuk terstruktur (seperti database) atau tidak terstruktur (seperti teks atau gambar).

    2. Data Analyst
        sumber :https://blog.myskill.id/wp-content/uploads/2024/03/magnifying-glass-data.jpg
    Data Analyst adalah seorang profesional yang bertugas mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data untuk membantu pengambilan keputusan. Mereka menggunakan berbagai teknik dan alat statistik untuk mengidentifikasi tren, pola, dan wawasan dari data. Tugas utama seorang data analyst meliputi pengumpulan data, pembersihan data, analisis data, dan visualisasi hasil analisis.

    3. Big Data
    sumber : https://it.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2022/12/Pengertian-Big-Data.jpg

    Big Data mengacu pada kumpulan data yang sangat besar dan kompleks sehingga sulit untuk diproses menggunakan alat manajemen data tradisional. Big Data memiliki tiga karakteristik utama, yaitu Volume (jumlah data yang besar), Velocity (kecepatan data masuk), dan Variety (beragamnya jenis data). Analisis Big Data membutuhkan teknik dan alat khusus untuk menangani skalanya, seperti Hadoop, Spark, dan NoSQL databases.

    4. Pandas DataFrame
    sumber : https://files.realpython.com/media/A-Guide-to-Pandas-Dataframes_Watermarked.7330c8fd51bb.jpg

    Pandas DataFrame adalah struktur data dua dimensi yang digunakan dalam bahasa pemrograman Python untuk menyimpan dan memanipulasi data tabel. Setiap kolom dalam DataFrame bisa memiliki tipe data yang berbeda, seperti angka, string, atau objek lainnya. Pandas menyediakan berbagai fungsi untuk melakukan operasi pada data seperti filtering, grouping, merging, dan reshaping.

    5. Library Visualisasi Data Pada Bahasa Python
    sumber: https://assets-global.website-files.com/61af164800e38cf1b6c60b55/64eae47ec7954f09e37c1865_macam-macam-library-python-64eae203c3e7a.webp

    Berikut adalah lima library visualisasi data pada Python beserta penjelasannya:
    1. Matplotlib: Library dasar untuk membuat plot statis, animasi, dan interaktif. Matplotlib sangat fleksibel dan bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis grafik.
    2.  Seaborn: Dibangun di atas Matplotlib, Seaborn menyediakan antarmuka tingkat tinggi untuk membuat plot statistik yang lebih menarik dan informatif.
    3. lotly: Library untuk membuat grafik interaktif dan dinamis. Plotly mendukung berbagai jenis grafik seperti line plot, scatter plot, bar plot, dan lainnya.
    4. Bokeh: Digunakan untuk membuat visualisasi data interaktif berbasis web. Bokeh memungkinkan pengguna untuk membuat grafik yang dapat di-zoom dan dipan.
    5. Altair: Library deklaratif untuk membuat visualisasi statistik interaktif. Altair memungkinkan pengguna untuk mendeskripsikan visualisasi dalam bentuk yang mudah dibaca dan singkat.
    6. Machine Learning
    sumber : https://www.simplilearn.com/ice9/free_resources_article_thumb/Deep-Learning-vs-Machine-Learning.jpg

    Machine Learning adalah cabang kecerdasan buatan yang menggunakan algoritma dan teknik statistik untuk memberikan kemampuan pada komputer untuk "belajar" dari data. Dalam machine learning, model dibangun berdasarkan data pelatihan dan kemudian digunakan untuk membuat prediksi atau keputusan tanpa pemrograman eksplisit untuk tugas tersebut.

    7. Outlier pada Data Analytic
    sumber : https://www.berca.co.id/wp-content/uploads/2020/10/1.-Vertica.png

    Outlier adalah data yang memiliki nilai yang sangat berbeda dari sebagian besar data lainnya dalam set data. Outlier dapat mempengaruhi hasil analisis dan model machine learning secara signifikan. Identifikasi dan penanganan outlier adalah langkah penting dalam analisis data untuk memastikan hasil yang akurat dan handal.

    8. Model Supervised Learning
    sumber : https://media.geeksforgeeks.org/wp-content/uploads/20231121154747/Supervised-learning.png

    Supervised Learning adalah jenis machine learning di mana model dilatih menggunakan data berlabel. Data berlabel berarti setiap input data memiliki output atau target yang sesuai. Contoh algoritma supervised learning adalah regresi linear, decision tree, random forest, dan support vector machine. Model ini belajar dari data pelatihan untuk memprediksi output pada data baru yang tidak berlabel.

    9. Cross Validation Sampling
    sumber : https://dataaspirant.com/wp-content/uploads/2020/12/1-Cross-Validation.png
    Cross Validation adalah teknik untuk mengevaluasi kinerja model machine learning dengan membagi data menjadi beberapa subset atau "fold". Salah satu fold digunakan sebagai data uji sementara yang lain sebagai data pelatihan. Proses ini diulang beberapa kali dengan fold yang berbeda sebagai data uji setiap kali. Teknik ini membantu untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat mengenai kinerja model.

    10. Hyperparameter Tuning
    sumber : https://media.licdn.com/dms/image/D4D12AQE1nvYs7huU9Q/article-cover_image-shrink_600_2000/0/1675541919955?e=2147483647&v=beta&t=AEsNgWmaGq7F8A0X7SUUboeKD3vx0js8tP-8ArQSi6U
    Hyperparameter Tuning adalah proses untuk menemukan kombinasi terbaik dari hyperparameter dalam model machine learning. Hyperparameter adalah parameter yang tidak dipelajari dari data pelatihan tetapi harus ditetapkan sebelum proses pelatihan dimulai, seperti learning rate, jumlah layer dalam neural network, atau parameter regulasi. Teknik seperti Grid Search dan Random Search sering digunakan untuk hyperparameter tuning.

    11. Google Collab
    sumber : https://colab.research.google.com/img/colab_favicon_256px.png
    Google Colab (Collaboratory) adalah layanan berbasis cloud yang memungkinkan pengguna untuk menulis dan mengeksekusi kode Python di notebook. Google Colab menyediakan lingkungan yang mirip dengan Jupyter Notebook dan memiliki akses ke sumber daya komputasi Google, seperti GPU dan TPU. Layanan ini sangat populer di kalangan peneliti dan praktisi data science karena kemudahannya dalam berbagi dan berkolaborasi.


    Jangan ragu untuk terus bereksperimen dengan data, menjelajahi alat dan teknologi baru, serta berkolaborasi dengan komunitas data science yang luas. Semoga perjalanan Anda dalam dunia data dan machine learning selalu penuh dengan penemuan dan keberhasilan.

  • Struktur Kontrol Kondisional IF-ELSE

    0
    Mengenal Struktur Kontrol If-Else dalam PHP

    Mengenal Struktur Kontrol If-Else dalam PHP

    Untuk Source Codenya bisa melihat di Klik Di sini




    Dalam dunia pemrograman, Anda akan sering menemui situasi di mana Anda perlu membuat keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Di PHP, struktur kontrol if-else adalah alat yang sangat berguna untuk melakukan ini. Kami akan menjelaskan konsep ini melalui contoh kode berikut yang melibatkan perhitungan volume berbagai bentuk bangun ruang.

    Menghitung Volume Kubus

    Pertama, mari kita lihat bagaimana PHP menggunakan struktur kontrol if-else untuk menghitung volume kubus.

    
            $sisi = 5;
            $volumekubus = $sisi * $sisi * $sisi;
            $vmaks = 1000;
            $vmin = 125;
    
            if ($volumekubus == $vmaks) {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumekubus > $vmaks) {
                echo "Maka Volume total lebih dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumekubus < $vmin) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmin cm³ volume minimal";
            } elseif ($volumekubus > $vmin) {
                echo "Maka Volume total lebih dari $vmin cm³ volume minimal";
            } else {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmin cm³ volume minimal";
            }
        

    Dalam contoh di atas, kita menggunakan pernyataan if-else untuk memeriksa apakah volume kubus sama dengan volume maksimal, lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan volume minimal. Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana struktur kontrol if-else digunakan untuk mengatur aliran program berdasarkan kondisi yang diberikan.

    Menghitung Volume Balok

    Selanjutnya, mari kita hitung volume balok.

    
            $panjang = 20;
            $lebar = 10;
            $tinggi = 5;
            $volumebalok = $panjang * $lebar * $tinggi;
    
            if ($volumebalok == $vmaks) {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumebalok > $vmaks) {
                echo "Maka Volume total lebih dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumebalok < $vmaks) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumebalok < $vmin) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmin cm³ volume minimal";
            } else {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmin cm³ volume minimal";
            }
        

    Dalam contoh di atas, kita menggunakan struktur if-else untuk menghitung volume balok dan memberikan informasi tentang bagaimana volume balok dibandingkan dengan volume maksimal dan minimal yang diinginkan.

    Menghitung Volume Bola

    Sekarang, mari kita periksa bagaimana menghitung volume bola.

    
            $jari_jari = 5;
            $volumebola = (4/3) * 3.14 * $jari_jari * $jari_jari * $jari_jari;
    
            if ($volumebola == $vmaks) {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumebola > $vmaks) {
                echo "Maka Volume total lebih dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumebola < $vmaks) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumebola < $vmin) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmin cm³ volume minimal";
            } else {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmin cm³ volume minimal";
            }
        

    Dalam contoh di atas, kita menggunakan struktur if-else untuk menghitung volume bola dan memberikan informasi tentang bagaimana volume bola dibandingkan dengan volume maksimal dan minimal yang diinginkan.

    Menghitung Volume Tabung

    Terakhir, mari kita lihat bagaimana menghitung volume tabung.

    
            $jari_jari_tabung = 7;
            $tinggi_tabung = 25;
            $volumetabung = 3.14 * $jari_jari_tabung * $jari_jari_tabung * $tinggi_tabung;
    
            if ($volumetabung == $vmaks) {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumetabung > $vmaks) {
                echo "Maka Volume total lebih dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumetabung < $vmaks) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmaks cm³ volume maksimal";
            } elseif ($volumetabung < $vmin) {
                echo "Maka Volume total kurang dari $vmin cm³ volume minimal";
            } else {
                echo "Maka Volume total sesuai dengan $vmin cm³ volume minimal";
            }
        

    Dalam contoh di atas, kita menggunakan struktur if-else untuk menghitung volume tabung dan memberikan informasi tentang bagaimana volume tabung dibandingkan dengan volume maksimal dan minimal yang diinginkan.

    Struktur kontrol if-else adalah alat yang sangat berguna dalam pemrograman PHP untuk mengontrol aliran program berdasarkan kondisi yang diberikan. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep ini, Anda dapat membuat program yang lebih cerdas dan efisien.

    Pahami konsep ini dengan baik, dan Anda akan memiliki alat yang kuat untuk mengatur aliran program Anda dalam PHP. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami struktur kontrol if-else dan bagaimana menggunakannya dalam pemrograman PHP.



    Untuk Source Codenya sendiri dan bila kalian ingin melihat selengkapnya dan ingin meneliti apa yang saja kerjakan, bisa melihat di Klik Di sini

  • Cara Menggunakan Framework Bootstrap

    0

     

    📂 File pendukung lainnya yang di perlukan :

    📕 Cara Menggunakan pada Website :

    1. Download Bootstrap Terlebih dahulu 

    2.  Extract file .zip


    3. Maka akan ada file "bootstrap-5.2.2-dist" lalu terserah kalian ingin diletakan sesuka anda, saya akan letakan di folder Coding saya.

    4. Cek apakah ada file css dan js di dalam file tersebut

    5. Buka project Web ASP di visual studio kemudian copy file bootstrap
    6. Paste di solution folder (Jika tidak ada bisa Ctrl + Alt + L)


    7. Maka akan terlihat file bootstrap

    8. Sekarang kita perlu mengkoneksikan antara bootstrap dan web kita


    9. Setelah ini kita hanya perlu membaca dokumentasi pada bootstrap agar mengerti setiap component yang di support oleh bootstrap


    Penerapan pada boostrap hanya perlu memanggil class pada tag HTML yang di inginkan
    Contoh:

    See the Pen Untitled by Mugata (@mugata) on CodePen.

  • Layouting Website (End)

    0

    Tugas Membuat Layout Pada Web

        Menyangkut kembali minggu minggu lalu yaitu layouting pada website, yang menggunakan Visual Studio Code, Kali ini menggunakan Microsoft Visual Studio Code dengan ASP.Net. Untuk Codingan Dari Tugas Layouting Website Saya Bisa DiDownload Di Sini

    Atau:

    See the Pen Untitled by Mugata (@mugata) on CodePen.

    Hasil Dari Codingan Saya :




  • Copyright © - MiloNime

    MiloNime - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan